Sumber Penemuan Hukum

Oleh : Prima Jayatri, S.H.

Sumber utama penemuan hukum adalah peraturan perundang-undangan, perjanjian internasional, kemudian hukum kebiasaan, yurisprudensi, barulah doktrin. Jadi terdapat hirarki dalam sumber hukum atau dapat disebut juga ada tingkatan-tingkatannya. Oleh karena itu kalau terjadi konflik dua sumber, maka sumber hukum yang tertinggi akan melumpuhkan sumber hukum yang lebih rendah. Dalam ajaran penemuan hukum undang-undang diproritaskan atau didahulukan dari sumber-sumber hukum lainnya. Kalau hendak mencari hukumnya, arti sebuah kata, maka dicarilah terlebih dahulu dalam undang-undang bersifat otentik dan berbentuk tertulis, yang lebih menjamin kepastian hukum. Undang-undang merupakan sumber hukum yang penting dan utama. Akan tetapi perlu diingat bahwa undang-undang dan hukum tidaklah identik.
Lalu bagaimanakah kedudukan dari sumber hukum lainya selain sumber hukum perundang-undangan? Menurut J.A. Pontier, Tuntutan kecermatan kemasyarakatan, pandangan tentang moral dan kesopanan, kewajaran dan kelayakan asas-asas hukum dan seterusnya, menurut doktrin itu hanya dapat menjadi sumber hukum jika mereka dapat dikembalikan (ditautkan,dicarikan landasan) pada salah satu dari sumber-sumber hukum formal yang disebutkan dimuka, asas-asas hukum sebagai hukum tidak tertulis memainkan peranan yang penting dalam peradilan. Oleh karenanya asas-asas hukum dapat memainkan peranan penting jika asas-asas tersebut melandasi ketentuan-ketentuan perundang-undangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s